Ada 3 macam produk token listrik
prabayar berdasarkan biaya Adm di kartu seru, yaitu: PLN
Adm 1600 dengan prefix kode produk PLN, PLN Adm 1800 dengan prefix kode
produk APLN, dan PLN Adm 2000 dengan prefix kode produk PL. Selain
harga dasar dan margin/laba yang agen dapatkan berbeda, dimana semakin
besar biaya Adm agen akan mendapatkan laba/margin lebih besar, perlu
diketahui juga oleh agen bahwa KWH yang didapatkan pelanggan dengan
nominal yang sama juga akan berbeda. Dengan nominal yang sama token
listrik prabayar dengan biaya Adm 1600 akan mendapatkan KWH lebih besar
dibanding token PLN prabayar dengan biaya Adm 1800. Berikut ini contoh
harga token listrik dengan asumsi: harga per kwh Rp.415, PPJ 10%
| Biaya ADM | Nominal | Kode Produk | Harga Dasar | Harga Konsumen | KWH |
| 1600 | 20.000 | PLN20 | 18.775 | 20.000 | 39,90 |
| 1800 | 20.000 | APLN20 | 18.675 | 20.000 | 39,47 |
| 2000 | 20.000 | PL20 | 18.475 | 20.000 | 39,04 |
*tabel diatas hanya ilustrasi dengan asumsi harga per kwh Rp.415 dan PPJ 10%
Mana sebaiknya yang harus dipilih? Semua kembali kepad agen, namun demi kepuasan pelanggan Kami menyarankan agen melayani penjualan token listrik dengan Biaya Adm 1600.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul "Perbedaan Token PLN ADM 1600, 1800, dan 2000". Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://kartuseru.blogspot.com/2013/12/perbedaan-token-pln-adm-1600-1800-dan.html.


0 comments "Perbedaan Token PLN ADM 1600, 1800, dan 2000", Baca atau Masukkan Komentar
Post a Comment